Sebuah pengalaman yang luar biasa memiliki kesempatan membaca buku James Clear. Meskipun sayangnya baru mampu membaca terjemahannya, tetapi tidak menghilangkan esensi dari lahirnya buku ini. Buku Atomic Habits memuat banyak pelajaran berharga sebagaimana tertulis di sampulnya "Perubahan kecil yang memberikan hasil luar biasa".
Tulisan ini tidak bermaksud memberikan rangkuman ataupun penjelasan mengenai isi buku tersebut. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengupas tuntas bagaimana isi buku Atomic Habit dapat diterapkan di sekolah. Latar belakang tulisan ini muncul dari keprihatinan melihat kondisi dunia pendidikan yang tidak baik baik saja.
Berbagai kritikan di dunia pendidikan dalam hal ini sekolah, tentunya dipengaruhi banyak faktor yang tidak semua bisa dikendalikan. Tulisan ini berusaha mengupas apa yang bisa dilakukan sekolah untuk ikut andil memperbaiki kondisi pendidikan yang mendapat banyak kritik. Tentunya semua pihak di sekolah harus terlibat untuk melakukan perbaikan ini. Beberapa langkah kecil yang dapat dilakukan untuk mengubah sekolah melalui pembiasaan sederhana akan diuraikan di bawah ini.
Bagian 1 : Proses Dua Langkah Sederhana
Dalam buku Atomic Habits karya James Clear, kebiasaan baik biasanya hanya akan menjadi menyenangkan beberapa saat. Mengubah kebiaasaan menjadi sulit karena dua alasan. Yaitu, ketika kita berusaha mengubah sesuatu tapi salah sasaran, atau mengubah kebiasaan dengan cara yag keliru.
Misal kebiasaan siswa memakai seragam tidak rapi atau guru yang terlambat memberikan penilaian kepada siswa. Kebiasaan ini akan sulit hilang jika yang diubah adalah aturannya yang diperketat. Mungkin akan bertahan satu atau dua minggu. Tetapi kesadaran tidak akan terbentuk disini.
Jadi yang harus diubah disini adalah dengan melakukan dua langkah sederhana yaitu :
1. Memutuskan tipe sekolah yang diharapkan.
Fokuskan sekolah seperti apa yang akan dibangun. Apakah sekolah yang fokusnya memiliki prestasi yang bagus di bidang olahraga, sekolah yang baik di bidang agama, sekolah yang fokus di bidang olimpiade. Tipe sekolah inilah yang selanjutnya akan menjadi identitas sekolah tersebut.
Atau bisa dimulai dengan membangun midnset gurunya. Akan menjadi tipe guru seperti apa guru-guru yang ada di sekolah ini. Guru yang kreatif, guru yang tertib administrasi, guru yang agamis, guru yang energik, guru yang mengedepankan sunnah. Jadi akan muncul tipe guru tertentu yang secara keseluruhan akna menjadi bagian identitas dari sekolah tersebut.
Bisa juga mindset yang ditanamkan kepada murid. Tipe murid seperti apa yangn diharapkan sekolah tersbeut. Murid yang mencetak prestasi di bidang olahraga, atau murid yang memiliki percaya diri yang tinggi pada olimpiade, murid yang agamis, dan sebagainya.
Setelah menemukan tipe, maka akan muncul sejumlah kebiasaan dari tipe yang diharapkan. Misal saya mengambil contoh dari sekolah anak saya yang saat ini duduk di bangku TK. Sekolah tersebut memutuskan menjadi tipe sekolah yang menanamkan mindset mandiri kepada anak didiknya. Maka kebiasaan yang dilakuka setiap hari akan membentuk kemandirian murid. Setiap pagi murid hanya diantar sampai gerbang, murid wajib membawa tasnya sendiri, murid membawa pakaian ganti, murid diajarkan bersuci sendiri.
Bersambung....
Komentar